Dugaan Skandal Penyadapan Picu Aksi Massa, Jimly hingga Said Didu Turut Hadir
By Admin

Aksi Rakyat Bela Indonesia | Dok. Ig
nusakini.com, Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi massa menggelar unjuk rasa bertajuk Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta pada Minggu (8/11). Gerakan demonstrasi ini menyoroti dugaan kondisi negara yang sedang tidak kondusif akibat berbagai rentetan persoalan hukum.
Ketua Pelaksana Aksi, Bachtiar Nasir, menyinggung dugaan skandal penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang memicu keresahan ruang publik. Menurut pihak penyelenggara, dugaan penyadapan ilegal tersebut juga diklaim menyasar para pimpinan lembaga swadaya masyarakat dan aktivis.
"Bukan cuma pihak negara, tapi kami pun, para tokoh, para pimpinan lembaga, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi korban penyadapan ilegal oleh para pengkhianat-pengkhianat negara dan bangsa ini," ungkap Bachtiar saat berorasi. Ia menduga oknum yang terlibat telah menyalahgunakan uang pajak demi kepentingan kelompok tertentu di luar konstitusi.
Dalam demonstrasi tersebut, para peserta menyuarakan lima poin tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pemangku kebijakan. Salah satu poin krusialnya adalah seruan agar seluruh elemen warga negara bersatu menghadapi dugaan campur tangan oligarki.
Massa juga mendesak pemerintah agar Pasal 33 UUD 1945 diterapkan secara murni demi melindungi aset kekayaan negara. "Hari ini Indonesia memanggil kita semua dari rongrongan para pengkhianat," tegas Bachtiar di hadapan para peserta unjuk rasa.
Tuntutan lainnya berfokus pada konsistensi penegakan hukum terhadap putusan yurisprudensi Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung. Hal ini secara khusus menyoroti kembali polemik terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat tahapan pencalonan wakil presiden.
Beberapa figur publik kenamaan tampak hadir mendukung deklarasi tuntutan tersebut, termasuk Jimly Asshiddiqe dan Tamsil Linrung. Tokoh lain seperti Said Didu, Erick Yusuf, Faisol Nasar, dan Ferry Juliantono juga turut tergabung dalam barisan penyampai aspirasi. (*)